life is a journey

life is a journey

Sabtu, 02 Agustus 2014

Ramadhanku versi KKN


Alhamdulillah masih dipertemukan dengan Bulan Ramadhan dan Syawal tahun ini. Ingin berbagi kisah tentang Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini,,,

Harapan yang tidak pernah berubah dari tiap tahunnya adalah semoga dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan tahun berikutnya. Berharap masih bisa memperbaiki amalan-amalan ibadah yang tak seberapa ini. 

Alhamdulillah Ramadhan tahun ini dijalani di tempat KKN Indramayu  kurang lebih 20 hari dan 10 hari terakhir dijalani di Bandung. Banyak cerita dan hikmah yang saya rasakan selama menjalani Ramadhan di kampung halaman orang ini. Mulai dari penyesuaian tempat, lingkungan, kebiasaan, dan yang pastinya penyesuaian dengan teman-teman kelompok KKN ini, KKN Jangga

Alhamdulillah dipertemukan dengan teman-teman kelompok yang baik-baik luar biassaaa . Hemm...lebih tepatnya saya merasa menemukan keluarga baru. KKN Family

Yang menjadi kendala bagi saya adalah penyesuaian bahasa. Sejujurnya karena seringnya saya berpindah-pindah tempat mengikuti orang tua bertugas, jadi saya sedikit kesulitan untuk menghafal bahasa daerah setempat. Karena dari kecil terbiasa menggunakan bahasa Indonesia, bahkan bahasa suku sendiri pun sampai saat ini saya hanya bisa sedikit-sedikit saja, haha. Kalau mendengar orang berbicara mungkin mengerti, tapi untuk ngobrol dengan bahasa sundanya saya gak lancar, hehe. Jadilah di Indramayu ini saya Cuma bisa mendengarkan saja sambil berusaha diingat sedikit-sedikit vocab yang mudah diingat, hihi. Piiisss. \ /

Kemudian tempat. Indramayu ini daerah yang panas. Kalo untuk yang satu ini bukan masalah untuk saya, karena saya sudah terbiasa tinggal di tempat panas mulai dari papua, lampung, serang, ini kota-kota yang panas. Justru sebenarnya tempat dingin baru sekarang ini saya tinggali, hehe. Jadi untuk menyesuaikan diri dengan cuaca indramayu, it’s ok laaahhhh....no problemo.... \ /

Selama 20 hari pertama Ramadhan dijalani dengan kegiatan mengurusi taman baca di balai desa Jangga. Awalnya kami pikir pengadaan buku bacaan ini akan sulit. Ketika membicarakan proker ini dengan pak kuwu, kata beliau di balai desa ada perpustakaannya. Tapi antusias dari masyarakat yang kurang, sehingga perpustakaan belum bisa diberdayakan dengan maksimal. Kami pikir koleksi buku-bukunya juga harus yang terbaru, sesuai dengan perkembangan yang ada. Jadi kami berinisiatif untuk menambah koleksi buku-buku di perpustakaan desa ini. Kami mencoba mengajukan permohonan bantuan ke perpusda indramayu tapi kami ditolak. Informasinya sudah ada bantuan buku-buku bacaan yang diberikan untuk tiap desanya, bisa kami konfirmasikan kepada pak kuwu di desa kami. Wah padahal kemarin ketika bertemu dengan pak kuwu, beliau tidak menginfomasikan ini. Jadi akhirnya kami konfirmasi ulang kepada pak kuwu, barulah beberapa hari kemudian kami diberitahu menganai buku-buku bantuan itu. 

Ternyata buku-buku bantuan ini masih ada di kardus-kardus dan sepertinya sudah lama disimpan begitu saja. Data-data buku di tiap kardusnya pun sudah hilang. Hanya ada 2 kardus yang masih ada data bukunya. Jadi kami harus mendata ulang buku-buku yang ada ini. Ternyata tidak hanya itu saja, karena sudah lama disimpan jadilah kardus buku ini penuh dengan debu dan buku-bukunya pun sudah tidak dalam kondisi mulus. Jadi kami harus membersihkan dan merapikan buku-buku ini. 

Begitu juga dengan ruangan yang kami dapat untuk taman baca ini adalah ruangan kosong yang sudah lama tidak dipergunakan. Jadi kotor dan penuh debu. Harus kerja ekstra untuk menjadikan ruangan ini layak dijadikan taman bacaan. Jadilah kerja keras kami pun dimulaiiii. Kami mengerjakan ini di hari-hari  pertama puasa, jadiiii bisa dibayangkan perjuangannya, haha. Bergulat dengan debu dan kotoran. Alhamdulillah setelah disusun dan didata untuk buku bacaan sudah ada 2 rak buku. Dan buku-buku yang ada ini juga buku-buku dengan tahun terbitan yang baru sehingga bisa memenuhi kebutuhan informasi masyarakat desa ini. Dan juga bisa memenuhi kebutuhan informasi semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang tua, mulai dari petani sampai montir bengkel, mulai dari ibu rumah tangga sampai ibu karir (wanita karir, hehe). 

Daaaannn....ketika taman baca ini sudah kami buka dan operasikan, senang rasanya tiap melihat adik-adik kecil yang datang ke taman baca ini dan antusias mengikuti kegiatan yang kami adakan. Setiap ba’da dzuhur kami membuka taman baca ini. Dimulai dengan belajar bareng setelah itu dilanjutkan dengan membaca buku-buku yang ada di taman baca ini. Belajar bahasa inggris, matematika dan agama. Di agama saya kebagian menjadi pj untuk mengajarkan do’a-do’a sehari hari, hihi ceritanya jadi bu ustadzah. Seneng rasanya bisa berbagi ilmu kepada adik-adik di desa jangga ini. 

Tapi ada beberapa yang membuat saya miris. Ada adik kami yang sudah duduk di bangku kelas 6 SD tapi masih kesulitan dengan menghitung pertambahan angka-angka mudah yang seharusnya sudah dikuasai di kelas 1 dan 2 SD. Tapi salut melihat semangatnya yang ingin terus belajar. Ada juga yang sudah kelas 3 SD tapi masih belum lancar membaca, masih mengeja ketika diminta untuk membaca. Ada juga yang belum bisa menulis huruf hijaiyah, ada juga yang menulis ayat Al Quran dari sebelah kiri. Jadi saya dan teman-teman berusaha memberikan yang terbaik untuk adik-adik di sini. Berusaha membagikan ilmu yang memang dibutuhkan oleh adik-adik kami ini. Semoga bisa menjadi amal dan keberkahan...aamiin. Dan sebenarnya sasaran kami untuk taman baca ini tidak hanya anak-anak saja, harapannya kakak dan orang tua dari adik-adik ini bisa ikut merasakan manfaat dari taman baca, mudah-mudahan kedepannya kami bisa menularkan semangat membaca yang sudah dimiliki adik-adik ini kepada kakak dan orang tua mereka...

Lanjut ke project berikutnya. Yaitu pengadaan tong sampah dan plang nama jalan. Untuk project ini awalnya pesimis untuk dilaksanakan. Karena dari yang kami dengar dari tiap tahunnya ada permasalahan yang itu lagi itu lagi kendalanya. Tapi Alhamdulillah akhirnya kendala itu bisa teratasi pada saat giliran kami. Mudah-mudahan kedepannya tidak menimbulkan masalah yang baru.

Alhamdulillah pada project ini pun kami mendapat bantuan dari dinas kebersihan berupa 10 tong sampah. Karena target kami sekitar 20 sampai 30 tong, jadi kami coba untuk mengajukan permohonan bantuan lagi ke dinas yang terkait lainnya tapi tidak gol. Jadi sisa tong sampah yang kami butuhkan kami beli sendiri, alhamdulillah dana yang kami miliki mencukupi hehe. Dan project ini pun sudah mulai kami laksanakan. Untuk plang nama jalan sudah terpasang, eh lebih tepatnya nama gang. Dan patok untuk tempat sampah sudah dipasang kemarin sebelum libur Ramadhan. Jadi tinggal finishingnya saja setelah lebaran. Mudah-mudahan bisa berjalan sesuai rencana...aamiin...
Kegiatan lainnya kami membantu program-program ramadhan yang diadakan Irmas desa ini, mulai dari mengikuti pawai menyambut bulan ramadhan, mempersiapkan ta’jil tiap sore di mesjid dan membantu buka puasa bersama plus peringatan nuzulul quran. Ada juga kegiatan Paud, coba-coba mengajar di Paud, wahh ternyata lebih sulit dibanding mengajar anak TK atau SD, hehe butuh kesabaran ekstra di sini. Dan yang ini nih, membantu pelaksanaan posyandu. Di sini ternyata pihak dari puskesmas yang harus mendatangi rumah rumah warga yang punya balita untuk mengajak datang ke posyandu. Jadi kami ikut berkeliling ke rumah-rumah warga untuk mengajak ibu-ibu yang memiliki balita untuk datang ke tempat diadakannya posyandu. Lumayan juga keliling-keliling dengan kondisi puasa, mantappp! Haha :D

Mudah-mudahan dengan kegiatan yang kami laksanakan selama KKN di bulan Ramadhan kemarin dapat menambah keberkahan ibadah puasa Ramadhan kami....aamiin...

#to be continue edisi idul fitri ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar